Plt Kadis Ketahanan Pangan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Lampung Timur Panen Cabai di Desa Margosari Metro Kibang.

Plt Kadis Ketahanan Pangan TPHP Lampung Timur Panen cabai merah keriting di lahan Bapak Sunarto desa Margosari Kecamatan Metro Kibang, hari Rabu tanggal 12 Maret 2025. Dalam acara panen cabai tersebut dihadiri oleh Plt Kadis Ketahanan Pangan KTPHP, Kasi Hortikultura, staf Dinas KPTPHP, Camat Metro Kibang, Koordinator Penyuluh dan Penyuluh Pertanian Metro Kibang, Babinsa, Babinkamtibmas, Gapoktan, Poktan, KWT dan Petani desa Margosari.
Kecamatan Metro Kibang merupakan salah satu kecamatan yang memiliki luas tanaman cabai merah keriting cukup luas, diperkirakan jumlah tanaman cabai dikecamatan Metro Kibang yang ditanam mulai bulan Novembe 2024 sampai dengan Januari 2025 seluas 228 Ha, sehingga bisa dikatakan kecamatan Metro Kibang mempunyai andil dalam mencegah terjadinya inflansi dari komoditas pertanian mengingat cabai merah sebagai salah satu produk pertanian yang berpengaruh terhadap Inflansi untuk itu perlu untuk dijaga kesinambungannya dalam berbudidaya cabai merah keriting. Sistem tanam cabai merah keriting di Metro Kibang sebagian besar ditanam dengan system tumpang sari dengan tanaman jagung, kelebihan tanam jagung dengan system tumpangsari dengan jagung antara lain bisa memanfa’atkan batang jagung sebagai lanjaran, selain itu pemberian pupuk kandang pada sa’at menanam jagung sekalian bermanfa’at/dipakai oleh tanaman cabai, sehingga dengan system tumpangsari ini bisa dikatakan bisa mengurangi biaya.
Awal-awal panen di awal bulan Maret harga cabai merah keriting di Petani mencapai Rp 50.000,-/Kg selanjutnya turun hingga mencapai Rp 20.000.-/Kg (tutur bapak Sunarto-Petani Cabai) namun diprediksi berdasarkan kebiasaan mendekati hari raya Idul Fitri (H-7) harga akan naik kembali. Sebagai antisipasi over suplay yang mengakibatkan anjloknya harga cabai, para petani cabai sebaiknya mempunyai pengetahuan dan kemampuan untuk menjadikan cabai menjadi produk yang tidak harus dijual dalam bentuk cabai segar tetapi dapat dijual dengan produk olahan cabai seperti dibuat bubuk cabai atau sambal cabai dalam kemasan dan terobosan mencari mitra penampung hasil panen juga perlu di usahakan. Petani cabai untuk membuat bubuk cabai dan sambal cabai dalam jumlah yang banyak sa’at ini mempunyai keterbatasan masalah alat untuk mengolahnya, semoga kedepan petani bisa mendapatkan solusi terbaik dalam mencari bila solusi bila terjadi over suplay. (Yoyok Suroso).

Posting Komentar untuk "Plt Kadis Ketahanan Pangan Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan Lampung Timur Panen Cabai di Desa Margosari Metro Kibang."